Postingan

(2) Nasab Beliau saw dan Wafat Ayahnya

•Ayah Beliau saw: Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaaf bin Qushaiy bin Kilaab • Ibu Beliau saw: Aminah binti Wahb bin Abdi Manaaf bin Zuhrah bin Kilaab - Dia pada saat itu adalah salah satu wanita Quraisy terbaik dalam garis keturunan dan kedudukan. -  • Nasab ibu dan ayah beliau bertemu di datuk beliau yang kelima yaitu Kilaab • Ayah Nabi saw meninggal dunia ketika nabi saw masih dalam kandungan, umur ayah beliau 18 tahun dan dimakamkan di Madinah, tidak meninggalkan harta sedikitpun untuk Nabi saw #SirohNabawiyah Khulasoh Nurul Yaqin fi Sirah Sayyid Al-Mursalin -- Umar Abdul Jabbar hal : 15 -- ٢. نَسَبُ النَّبِيِّ ﷺ وَوَفَاةُ أَبِيهِ كانَ أَبُ رَسُولِ الله ﷺ هُو عَبدُ اللهِ بنِ عَبدِ المُطَـلِّبِ بنِِ هَاشِـمِ بنِِ عَبدِ المَنَافِ بنِِ قُـشَيِّ بنِِ كِلَابٍ وَ أُمُّـهُ هي آمِنَـةَ - وَهِي يَومَئذٍ مِن أَفضَلِ نِسَاءِ قُرَيشٍ نَسَـبًا وَمَوضُعًا - بِنتِ وَهَبٍ بنِِ عَبدِ المَنَافِ بنِِ زَهرَةَ بنِِ كِلَابٍ.  ٱِلتَقَ نَسَبُ وَالِدَيهِ ﷺ فِي وَالِـدِ الجَـدِّ ...

PERIODE PERTAMA -- (1) Nabi kita, Muhammad saw

  Dari Kehidupan Rasulullah saw – Beliau saw adalah utusan الله kepada seluruh manusia, penutup Para Nabi dan Imam bagi para Rasul – Beliau saw membawa agama Islam, agama yang diterima الله sampai pada hari kiamat – Beliau saw adalah keturunan bangsa Quraisyi, suatu kaum yang termulia di Makkah – Nasab Beliau saw bersambung dengan Nabi Ismail bin Ibrahim as #SirohNabawiyah Khulasoh Nurul Yaqin fi Sirah Sayyid Al-Mursalin -- Umar Abdul Jabbar hal : 15 -- المُـدَّةُ الأُولَى  من حياة رسول الله ﷺ نَبِيُّـنَا, مُحَـمَّدٌ ﷺ. وَهُـوَ رَسُولُ اللهِ لِكُـلِّ الأُمَمِ, وَآخِـرِ الأَنبِيَاءِ وَ إِمَامِ الرُّسُلِ. جَاءَ بِالإِسلَامِ الَّذِي يُقَـبِّلُـهُ اللهُ إِلَى يَومِ القِيَامَةِ. وَيَكُونُ مِن نُـسُلِ القُـرَيشِ, الَّذِي أَشرَفُ عُرقِيَّةٍ في مَكَّـةَ. كَانَ النَّـسَبُ مُستَمِرَّةً إِلَى النَّبِيِّ إسماعيلَ بن إبراهيمَ عَلِيهِمَا السَّلَامُ He is Alloh's messenger to all minkind, The last prophets and the Imam of Apostles He brought Islam, the religion which is accepted by Allah unt...

Tinjauan Kritis Tentang Kata NGAJI HADITS

 Ngaji Hadits Judul kajian ngaji hadits itu terkadang bikin saya bingung. Apalagi kalau dikemas dengan judul Kajian Hadits Arbain atau Kajian Kitab Riyadhus-Shalihin. Bukan apa-apa, kedua kitab itu memang berisi kumpulan hadits. Yang menyusunnya juga ulama hebat yaitu Al-Imam AnNawawi (w. 676 H). Tapi saya kok merasa ada yang kurang pas kalau mengaji pakai dua kitab itu. Kenapa? Karena kedua kitab itu semata-mata hanya berisi matan hadits pilihan saja. Hanya ada matan dan sedikit sanad. Tidak ada Syarah atau penjelasannya. Padahal yang kita butuhkan dalam sebuah kajian Syarah dan bukan hanya matan-nya. Namanya juga kajian, isinya harus kajian, dan bukan semata baca matan. Isinya harus analisis dan bukan hafalan teks hadits. Itu sama saja bikin pengajian dengan judul Kajian Tafsir, tapi modalnya cuma mushaf. Tafsirnya? Hehe tafsirnya ngarang sendiri. Tafsirnya adalah tafsir yang disampaikan oleh pengisi kajian itu. Kajian Hadits Arbain itu sama juga. Isinya 100 persen analisa pihak ...

DUA HAL YANG TIDAK DIMILIKI OLEH MUNAFIQ

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ أَيُّوبَ الْعَامِرِيُّ عَنْ عَوْفٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَصْلَتَانِ لَا تَجْتَمِعَانِ فِي مُنَافِقٍ حُسْنُ سَمْتٍ وَلَا فِقْهٌ فِي الدِّينِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ وَلَا نَعْرِفُ هَذَا الْحَدِيثَ مِنْ حَدِيثِ عَوْفٍ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ هَذَا الشَّيْخِ خَلَفِ بْنِ أَيُّوبَ الْعَامِرِيِّ وَلَمْ أَرَ أَحَدًا يَرْوِي عَنْهُ غَيْرَ أَبِي كُرَيْبٍ مُحَمَّدِ بْنِ الْعَلَاءِ وَلَا أَدْرِي كَيْفَ هُوَ "Dua hal yang tidak akan berkumpul pada diri orang munafik, yaitu; akhlaq yang baik dan pemahaman dalam masalah agama." -- HR Sunan Trimidzi, 9:298 -- Two qualities are not found together in a hypocrite : good behaviour and knowledge of religion.” transmitted by Turmudzi : 291 Abu Isa berkata; Hadis ini gharib, dan kami tidak mengetahui hadis ini dari 'Auf kecuali dari hadis syaikh ini, yaitu Khalaf bin Ayyub Al 'Amiri, dan saya t...

Sikap Ulama Kontemporer Tentang Zakat Fitrah Dengan Uang

1⃣ Syaikh Muhammad bin Ibrahim Rahimahullah (mantan mufti Saudi Arabia, di zamannya) : "Zakat fitrah dengan uang DALIL DALILNYA KUAT" Beliau berkata: و جوز ذلك أبو حنيفة رحمه الله، وإليه ميل البخاري في صحيحه، وشيخ الإسلام ابن تيمية، ولكن يشترط كون ذلك أنفع، واستدل البخاري وغيره على ذلك بأدلة قوية Hal itu boleh menurut Abu Hanifah rahimahullah, dan ini menjadi kecenderungan pendapat Imam Al Bukhari dalam Shahih-nya, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, tetapi dengan syarat bahwa hal itu lebih bermanfaat, dan dalam hal ini Imam Al Bukhari dan lainnya berdalil dengan DALIL-DALIL YANG KUAT. (Fatawa wa Rasail Samahatusy Syaikh Muhammad bin Ibrahim, 4/30) 2⃣ Syaikh Husamuddin bin 'Afanah hfh (Pakar Fiqih dan Ushul Fiqih  di Universitas Al Quds) Beliau berkata: ولا يصح القول بأن من أخرج القيمة في صدقة الفطر فإنها غير مجزئة، فالمسألة محل خلاف بين العلماء، ومسائل الخلاف إن أخذ أحد من الناس بقول أحد العلماء المجتهدين فلا حرج عليه إن شاء الله تعالى، وجواز إخراج القيمة قال به جما...

HADITS USTMAN RA TENTANG WUDHU*

عنَ حُمْرَانَ، مَوْلَى عُثْمَانَ، أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: «دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ». ثُمَّ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا» ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ -- صحيح مسلم (1/ 204 رقم 3-226) Dari Humran maula Utsman, bahwa Ustman bin Affan ra meminta diambilkan air wudlu, lalu berwudlu kemudian membasuh kedua telapak tangannya 3 kali, kemudian berkumur dan memasukkan airke hidung lal...

*KUPAS TUNTAS Hukum Memotong Kuku dan Rambut saat Qurban*

Para ulama mazhab fiqh berbeda pendapat tentang hukum memotong kuku dan rambut bagi orang yang  hendak berkurban sejak memasuki sepuluh awal bulan Dzulhijjah menjadi tiga pedapat. Pertama, menurut Mazhab Hanbaliy hukumnya wajib menjaga diri untuk tidak mencukur rambut dan memotong kuku bagi orang yang hendak berkurban sejak masuknya bulan Dzul Hijjah hingga selesai penyembelihan hewab kurban. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW riwayat Muslim dari Ummu Salamah r.a. bahwa Rasulullah SAQ bersabda: (إِذَا رَأَيْتُمْ هِلالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ ) وفي لفظ له : ( إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا. رواه مسلم في صحيحه (“Jika kalian melihat hilal Dzul Hijjah, dan seseorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaklah menahan diri (tidak memotong) rambut dan kuku-kukunya”. Dalam redaksi yang lain: “Jika sepuluh hari awal Dzul Hijjah sudah masuk,...