Postingan

DUA HAL YANG TIDAK DIMILIKI OLEH MUNAFIQ

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ أَيُّوبَ الْعَامِرِيُّ عَنْ عَوْفٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَصْلَتَانِ لَا تَجْتَمِعَانِ فِي مُنَافِقٍ حُسْنُ سَمْتٍ وَلَا فِقْهٌ فِي الدِّينِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ وَلَا نَعْرِفُ هَذَا الْحَدِيثَ مِنْ حَدِيثِ عَوْفٍ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ هَذَا الشَّيْخِ خَلَفِ بْنِ أَيُّوبَ الْعَامِرِيِّ وَلَمْ أَرَ أَحَدًا يَرْوِي عَنْهُ غَيْرَ أَبِي كُرَيْبٍ مُحَمَّدِ بْنِ الْعَلَاءِ وَلَا أَدْرِي كَيْفَ هُوَ "Dua hal yang tidak akan berkumpul pada diri orang munafik, yaitu; akhlaq yang baik dan pemahaman dalam masalah agama." -- HR Sunan Trimidzi, 9:298 -- Two qualities are not found together in a hypocrite : good behaviour and knowledge of religion.” transmitted by Turmudzi : 291 Abu Isa berkata; Hadis ini gharib, dan kami tidak mengetahui hadis ini dari 'Auf kecuali dari hadis syaikh ini, yaitu Khalaf bin Ayyub Al 'Amiri, dan saya t...

Sikap Ulama Kontemporer Tentang Zakat Fitrah Dengan Uang

1⃣ Syaikh Muhammad bin Ibrahim Rahimahullah (mantan mufti Saudi Arabia, di zamannya) : "Zakat fitrah dengan uang DALIL DALILNYA KUAT" Beliau berkata: و جوز ذلك أبو حنيفة رحمه الله، وإليه ميل البخاري في صحيحه، وشيخ الإسلام ابن تيمية، ولكن يشترط كون ذلك أنفع، واستدل البخاري وغيره على ذلك بأدلة قوية Hal itu boleh menurut Abu Hanifah rahimahullah, dan ini menjadi kecenderungan pendapat Imam Al Bukhari dalam Shahih-nya, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, tetapi dengan syarat bahwa hal itu lebih bermanfaat, dan dalam hal ini Imam Al Bukhari dan lainnya berdalil dengan DALIL-DALIL YANG KUAT. (Fatawa wa Rasail Samahatusy Syaikh Muhammad bin Ibrahim, 4/30) 2⃣ Syaikh Husamuddin bin 'Afanah hfh (Pakar Fiqih dan Ushul Fiqih  di Universitas Al Quds) Beliau berkata: ولا يصح القول بأن من أخرج القيمة في صدقة الفطر فإنها غير مجزئة، فالمسألة محل خلاف بين العلماء، ومسائل الخلاف إن أخذ أحد من الناس بقول أحد العلماء المجتهدين فلا حرج عليه إن شاء الله تعالى، وجواز إخراج القيمة قال به جما...

HADITS USTMAN RA TENTANG WUDHU*

عنَ حُمْرَانَ، مَوْلَى عُثْمَانَ، أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: «دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ». ثُمَّ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا» ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ -- صحيح مسلم (1/ 204 رقم 3-226) Dari Humran maula Utsman, bahwa Ustman bin Affan ra meminta diambilkan air wudlu, lalu berwudlu kemudian membasuh kedua telapak tangannya 3 kali, kemudian berkumur dan memasukkan airke hidung lal...

*KUPAS TUNTAS Hukum Memotong Kuku dan Rambut saat Qurban*

Para ulama mazhab fiqh berbeda pendapat tentang hukum memotong kuku dan rambut bagi orang yang  hendak berkurban sejak memasuki sepuluh awal bulan Dzulhijjah menjadi tiga pedapat. Pertama, menurut Mazhab Hanbaliy hukumnya wajib menjaga diri untuk tidak mencukur rambut dan memotong kuku bagi orang yang hendak berkurban sejak masuknya bulan Dzul Hijjah hingga selesai penyembelihan hewab kurban. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW riwayat Muslim dari Ummu Salamah r.a. bahwa Rasulullah SAQ bersabda: (إِذَا رَأَيْتُمْ هِلالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ ) وفي لفظ له : ( إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا. رواه مسلم في صحيحه (“Jika kalian melihat hilal Dzul Hijjah, dan seseorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaklah menahan diri (tidak memotong) rambut dan kuku-kukunya”. Dalam redaksi yang lain: “Jika sepuluh hari awal Dzul Hijjah sudah masuk,...

*KUPAS SURAH AN NAS¹* ( Tafsir Al Baghowi jilid ke 8 hal 599 )

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾ [1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Robb (yang memelihara dan menguasai) manusia [2] Raja manusia. [3] Sembahan manusia. [4] Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, [5] yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, [6] dari (golongan) jin dan manusia. ¹أخرجه ابن مردوية عن عبد الله ابن الزبير - رضي الله عنهما - قال أنزل بالمدينة { قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ } أنظر : دار المنثور : ٨/٣٩٦  ¹ dikeluarkan oleh Ibn Mardawiya atas otoritas Abdullah Ibn Al-Zubair - semoga Allah meridhoi mereka berdua - yang mengatakan itu diturunkan di Madinah { قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ.  إِلهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ.} يَعنِي الشَّيطَانُ، يَكُونُ مَصدَرًا أو اِسمًا قال الزَّجَّاجُ* : يعني: الشَّيطَانُ ذَا الوَسوَاسِ الخَّـنَّاسِ الرَّجَّاعِ، وَ...

*KUPAS TUNTAS TENTANG HADITS 73 GOLONGAN* ( oleh Syeikh Said Ramadhan Al Buthy )

Kita seringkali menemukan hadits di bawah ini dan membaca klaim dari pihak manapun yang menganggap dirinya atau kelompoknya sebagai SATU-SATUNYA golongan yang disebutkan oleh Nabi saw. Berikut bunyi hadits nya yang ternyata berstatus hadits Hasan Shohih : عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : اِفْتَرَقَ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً Hadits Abu Hurairah ra : bahwa Nabi saw bersabda : "Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan."¹ Lalu bagaimana cara kita memahami hadits umat Islam terpecah jadi 73 giliran ini? Bukankah derajatnya memang shahih? Apakah kita mau protes kepada Nabi...

*APAKAH DALIL ADALAH ( hanyalah ) NASH AL QUR"AN DAN HADITS?*

Suatu ketika saya ditanya, mana dalil yang mewajibkan qadha shalat dhuhur ketika seorang wanita haidh telah suci di waktu ashar. Saya mencoba menjelaskan bahwa itu merupakan pendapat dari jumhur ulama. Karena shalat dhuhur dan ashar itu satu kesatuan atau satu paket. Maka ketika suci di waktu ashar seseorang juga dikenai kewajiban dhuhur, begitu juga suci di waktu isya seseorang juga dikenai kewajiban maghrib. Bukti dia satu paket adalah disyariahkannya shalat jamak. Dua shalat dalam satu waktu. Dan pendapat para ulama yang muktamad itu sudah merupakan dalil bagi kita yang awam. (Karena saya juga belum tahu dan tidak tahu sampai sekarang dalil dari Al-Quran dan hadis tentang hal tersebut. Melainkan itu adalah hasil ijtihadiyah para ulama). Sebagaimana yang dikatakan Imam An-Nawawi rahimahullah: (إذا بلغ الصبي أو اسلم الكافر أو طهرت الحائض أو النفساء أو افاق المجنون أو المغمى عليه وقد بقى من وقت الصلاة قدر ركعة لزمه فرض الوقت… فان كان ذلك في وقت الصبح أو الظهر أن المغرب لم يلزمه ما قبله...